Memuat halaman...

Hello World. This blog is only for entertainment and my hobby only. enjoy it!



CREATED BY : Arif Jayarana

Daftar Blog Saya

AriEf



Halo Semua…
Bumi kita sedang sakit neah…
Istilah kerennya kena Pemanasan Global ( Global Warming )

Bagaimana sih sebenarnya pemanasan global, apa pengaruhnya buat kita, kenapa orang didunia maju begitu risau dengannya, ada solusinya nggak ya…

Katak adalah hewan berdarah dingin, bila katak berada di air yang sedang dipanaskan maka katak tak cepat bergeming. Begitu mendidih, barulah dia berusaha meloncat, tapi sudah terlanjur matang. Manusia jauh lebih pintar dari katak.

Bumi makin panas, apakah kita masih akan terus diam menunggu sampai semua hancur? Ayo segera bertindak!


Masak Gak Terasa Sih?
Berikut ini adalah beberapa akibat Pemanasan Global :
1. Hujan badai dan hujan es
2. Tsunami
3. Gempa Bumi
4. Mengganasnya Lumpur Lapindo
5. Keluarnya Bloa-bola api di lautan
6. Gagal Panen
7. Epidemi 30 jenis penyakit baru (missal Flu burung, sapi gila dan seterusnya).
8. Abrasi Pantai
9. Kesulitan air bersih
10. Makin mewabahnya penyakit yang disebarkan serangga (missal : Demam berdarah, malaria, cikungunya )
11. Banjir dan kekeringan
12. Perubahan iklim yang begitu drastic
13. Mencairnya es di kutub
14. Permukaan air laut meninggi
15. Jatuhnya Perekonomian

Trus, trus…
Toh kita juga masih sehat-sehat juga kan? Kata pak Stephen Hawking, ahli Fisika kelas dunia :
“Hati-hati… ancaman perang nuklir sudah lenyap, tapi bakal ada yang jauh-jauh lebih parah, kalau perang dunia hanya membunuh ratusan ribu orang tapi pemanasan global bisa membunuh jutaan orang”.

Pak Gregray R dari Universitas terkenal di AS, Northwestern, lebih serem lagi ngomongnya :
“Pemanasan Global bisa menyebabkan ledakan gas metana yang besarnya 10.000 kali lipat dari pada ledakan yang ditimbulkan oleh seluruh nuklir didunia, juga dapat menyebabkan lautan api dan banjir yang maha besar sehingga menyebabkan kepunahan 90% spesies laut dan 75% spesies darat”.

Masa Iya Sih???

Kata Pak Zwally dari NASA, es kutub akan lenyap pada akhir musim panas 2012. konon es di kutub berfungsi memantul 80% panas matahari yang sampai di bumi. Kalau es menyusut, maka air laut makin hangat, bumi makin panas. Trus… gas metan terlepas dari lautan. Gas itu ternyata sangat banyak dan cukup untuk membunuh semua spesies di dunia.

“Hii… Ngeri banget kan? Sekarang saja sudah begitu banyak bencana dan masalah terjadi, sungguh tak terbayangkan bila kelak semua es di kutub menghilang?”
AriEf




Apa Anda merasakannya?

Malas berlama-lama di bawah sinar matahari?
Tidak juga dengan pertolongan topi atau payung?
Tidak cukup dengan kipas?
Kebutuhan pendingin ruangan kian tinggi?
Pagi terasa seperti siang yang menusuk?
Siang membuat dehidrasi?
Musim kemarau lebih panjang?
Demam berdarah dan malaria muncul dimana-mana?
Hujan deras tiba-tiba datang dan mengundang banjir?

Jawabannya, IYA bukan! Dekade 1990-an dan 2000-an adalah 10 tahun terpanas. Kenaikan suhu Bumi yang tidak wajar ini dikenal sebagai Global Warming atau Pemanasan Global. (sumber: Kampanye Earth Crisis, WWF Indonesia)



Kedua gambar di atas menunjukkan kenaikan temperatur permukaan bumi yang “tidak wajar” akhir-akhir ini. Apa yang menjadi penyebabnya?

Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)

Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect) adalah salah satu fenomena yang dianggap sebagai penyebab terbesar dari Global Warming. Sebenarnya sich secara alami proses Efek Rumah Kaca sangat diperlukan untuk kehidupan di Bumi. Panel gas rumah kaca di atmosfer menangkap panas matahari agar tidak seluruhnya terlepas angkasa. Itulah sebabnya kenapa Bumi terasa hangat, tidak dingin dan beku. Masalah terjadi ketika konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer meningkat secara berlebihan. Akhirnya, gas rumah kaca malah menghalangi panas matahari yang seharusnya dikeluarkan.

Buat yang masih belum terlalu paham dengan Efek Rumah Kaca & Global Warming, bisa lihat animasi menarik berikut ini.

Gas Rumah Kaca

Ada 6 jenis Gas Rumah Kaca: karbondioksida (CO2), dinitrooksida (N2O), Metana (CH4), Sulfugeksafluorida (SF6), Perfluorokarbon (PFCs), dan hidrofluorokarbon (HFCs). CO2 merupakan penyumbang terbesar gas rumah kaca ini (sekitar 72%). Darimana datangnya gas rumah kaca ini? Gambar berikut memberikan data yang lebih akurat mengenai hal tersebut.


Salah satu fakta yang unik adalah peneliti dari Argentina menemukan fakta bahwa gas metana dari sapi menyumbang lebih dari 30% total emisi yang menyebabkan efekrumah kaca negara itu. Sebagai salah satu negara penghasil daging sapi terbesar di dunia, Argentina mempunyai lebih dari 55 juta ekor sapi yang merumput di Pampas.

Dalam upaya memahami dampak dari “angin surga” yang dihasilkan oleh sapi-sapi terhadap pemanasan global, para ahli kemudian mengumpulkan gas yang berasal dari dalam perut sapi. Gas itu dimasukkan ke dalam tanki plastik yang diletakkan di atas punggung binatang memamah biak ini.