Memuat halaman...

Hello World. This blog is only for entertainment and my hobby only. enjoy it!



CREATED BY : Arif Jayarana

Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Green Fresh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Fresh. Tampilkan semua postingan
AriEf

Jakarta Green Monster (JGM) adalah sebuah komunitas relawan yang peduli pada keberadaan ruang terbuka hijau, khususnya lahan basah dijakarta. Kegiatan JGM antara lain…

1. Survey dan Monitoring keanekaragaman hayati dan kualitas lingkungan diruang terbuka hijau dan lahan basah dijakarta.
2. Pendidiakn lingkungan dalam bentuk pemanduan dan kunjungan kesekolah.
3. Pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
4. Kampanye gaya hidup ramah lingkungan dan pelestarian lahan basah Jakarta.
AriEf


1. Potong kertas kecil-kecil, rendam dalam bak air sekitar 24 jam. Blender sampai menyerupai bubur.
2. Masukkan bubur kertas kedalam bak berisi air, dengan perbandingan, 15 liter air : 3 liter bubur kertas.
3. Masukkan screen sablon kedalam bak sampai seluruh permukaannya tertutup bubur kertas.
4. Angkat sreen, lalu tempelkan bubur kertas tersebut pada kanvas dengan rakel.
5. Setelah semua bubur tertempel pada kanvas, angkat screen sablon.
6. Jemur kanvas ditempat panas sampai kering.
7. Setelah kering, angkat kertas dari kanvas dengan perlahan.
AriEf


Keterbatasan ruang terbuka hijau Jakarta menyebabkan berkurangnya kemampuan meresap air. Akibat yang ditimbulkan adalah banjir yang beberapa waktu kerap melanda Jakarta. Untuk membantu meresapkan air kedalam tanah dapat dilakukan dengan cara membuat lubang resapan air.

Cara kerja lubang ini cukup sederhana. Buat lubang tanah dengan diameter sekitar 20 cm dan dalam 1 meter. Lubang kemudian diiisi dengan sampah organic. Selang beberapa waktu, hewan tanah akan memanfaatkan lubang tersebut untuk jalur resapan air didalam tanah.
AriEf


Berikut ini adalah cara memperoleh sampah organic menjadi kompos.
1. Isi setengah bagian komposter dengan kompos matang.
2. Siapkan sampah yang sudah dicacah.
3. Masukkan sampah organic kedalam komposter.
4. Aduk sampah setiap 3 hari sekali agar sampah baru bercampur dengan kompos matang. Hindari sisa daging dan makanan berkuah.
5. Setelah 1 bulan, kompos sudah siap dipanen. Saat dikeluarkan kompos masih basahdan sebalikknya dikeringkan dahulu sebelum siap pakai.
6. Kompos matang berwarna kehitaman, bentuknya awal sampah sudah tidak Nampak lagi. Bau mirip seperti tanah dan kondisinya yang lembab.
AriEf


Lakukan pemisahan sampah anorganik untuk mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang. Pemisahan dapat dilakukan dengan beberapa cara, missal:
1. Kemasan plastic. Beberapa jenis kemasan plastic masih bisa dijual kembali. Missal plastic jenis PE, PP dan HOPE.
2. Kertas. Kertas bisa dijual kembali atau untuk dibuat bahan kreasi kertas daur ulang juga bisa.
3. Kaleng dan botol. Sebagian besar kaleng atau botol minuman masih bisa dijual kembali ( bila perlu ditimbang saja dengan pedagang, lumayan dapat sedikit uang jajan).
4. Berbahaya. Sampah jenis ini harus ditangani dengan cara yang benar karena kandungannnya yang berbahaya.
5. Lain-lain. Ini adalah sampah yang akan dibuang ke TPA.
AriEf



Sampah berhubungan langsung dengan gaya hidup warga yang suka berbelanja. Penanganan sampah yang tidak benar justru akan memperparah kondisi lingkungan. Beberapa tips sederhana ramah Sampah:

1. Kurangi pemakaian kemasan sachet, ganti dengan kemasan besar.
2. Kurangi pemakaian kantong plastic, bawa tas kain saat berbelanja.
3. Kurangi pemakaian Styrofoam. Kandunag Styrofoam dapat membahayakan kesehatan, dan sampai saat ini Styrofoam tidak dapat didaur ulang.
4. Hindari membakar sampah. Karena asap yang dihasilkan dapat melepaskan kandungan kimia plastic yang beracun.
AriEf



Diperkirakan sekitar 100m3 sampah mengalir setiap hari melintas dikali Angke menuju teluk Jakarta. Saat air pasang, sampah tersebut terbawa masuk kedalam kawasan. Aksi bersih sampah yang dilakukan sejak tahun 2006 sampai februari 2010, berhasil mengeluarkan sampah sebanyak 12,54 ton.

Sebagian besar samoah yang dikeluarkan adalah sampah anorganik yang berasal dari rumah tangga, misalnya plastic, kaleng, Styrofoam dan lain-lain. Aksi bersih sampah ini bertujuan untuk menggalang kepedulian warga Jakarta pada Hutan Mangrove terakhir Jakarta.
AriEf


Setiap hari warga Jakarta menghasilkan 27.000 m3 sampah. Jika dikumpulkan dalam setahun, kita dapat membangun 180 buah Candi Borobudur. Sekitar 58%nya berasal dari rumah tangga. Sampah yang dibuang ini, 65% nya merupakan sampah organic dan 35% nya merupakan sampah organic.

Tidak semua sampah bisa diangkut. Sampah yang bisa diangkut ke TPA Bantar Gebang sekitar 85% saja. Sisanya mengalir ke sungai dan menjadi penyebab banjir. Sejumlah sampah yang lain menuju Telk Jakarta dan Kepulauan Seribu menyebabkan kerusakan ekosistem laut dan pulau.
AriEf



Sampah merupakan musuh utama bagi kelestarian hewan maupun tumbuhan yang ada di Suaka Margasatwa Muara Angke. Sampah yang masuk dapat menutupi akar mangrove dan membuat tanaman tersebut kekurangan nutrisi dan pada akhirnya akan mati.

Sampah juga menjadi ancaman nyata bagi satwa. Monyet ekor panjang Macaca Fascicularis yang secara alami memakan buah pidada berubah perilaku menjadi pengais sampah sejak sampah masuk ke Suaka Margasatwa Muara Angke.

Beberapa spesies burung air yang mencari makan ditepi sungai kerap mencari ikan diantara tumpukan sampah. Dan ini merupakan salah satu ancaman keselamatan berbagai spesies burung air.
AriEf




Sampah adalah sisa dari kegiatan manusia baik secara alami maupun buatan. Sampah alami seperti keringat, urin dll. Sampah buatan plastic, Styrofoam. Sepanjang hidupnya manusia mustahil menghentikan produksi sampah.

Beberapa istilah sampah yang kerap kita dengar:
1. Organik, sampah ini berasal dari mahluk hidup baik dari sumber hewani maupun nabati. Sampah jenis ini mudah diuraikan dalam tanah / alam, dan dapat diolah menjadi kompos.
2. Anorganik, sampah ini merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan oleh tanah bahkan alam. Sampah jenis ini seperti computer, besi, sepatu, plkastik, kaca dan lain-lain. Untuk beberapa jenis perlu penanganan secara khusus karena sifatnya yang berbahaya, misalnya Baterai.
AriEf



SMMA atau disebut Suaka Margasatwa Muara Angke berperan penting dalam sebagai rumah bagi 7 spesies Mangrove dan 91 spesies burung. Kawasan memiliki ini luasnya sekitar 25.02 Ha.

Ditetapkan sebagai kawasan suaka alam sejak tahun 1939 dengan status cagar alam. Dan berubah menjadi suaka margasatwa sejak tahun 1998. Kawasan ini tempat perlindungan bagi hewan burung endemic jawa seperti Bubut Jawa Centropus Nigrorufus yang jumlahnya tidak lebih dari 10 ekor.

Fungsi penting kawasan ini terancam oleh keberadaan sampah yang mengalir di kali Angke sepanjang yang melintas tepat di depan kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke.
AriEf



Ekisistem hutan Mangrove lebih dikenal dengan sebagai hutan Bakau. Hutan ini berada di daerah Muara Sungai. Jenis tanaman yang ditemui dihutan mangrove memiliki kemampuan hidup didaerah berlumpur, mengandung kadar garam dan terpengaruh pasang surut air laut.

Tanaman Mangrove dapat dikenali dari bnetuk akarnya yang tumbuh keatas mirip duri atau lutut. Selain itu ada juga yang berbentuk pula menyerupai seperti tangan yang mencengkram tanah.
AriEf



Merupakan daerah yang selalu akan digenangi oleh air. Lahan basah berperan penting bagi penyerapan, penampungan dan pengendalian air saat hujan tiba. Beberapa ekosistem yang merupakan bagian dari lahan basah antara lain sungai, danau dan rawa.

Salah stu peran keberadaan lahan basah adalah sebagai benteng alami kota Jakarta dari gerusan air laut. Kawasan dengan fungsi tersebut adalah ekosistem hutan Mangrove dipesisir utara Jakarta. Selain sebagai pelindung, hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat pemijahan telur ikan.
AriEf



Peringatan Hari Bumi dimulai dari pertama kali oleh 22 April 1970. Peringatan ini merupakan awal pergerakan kepedulian lingkungan secara modern. Peringatan ini merupakan wujud kepedulian manusia terhadap kelestarian lingkungan.

Sejak saat itu, mulai banyak bermunculan aksi para kepedulian lingkungan secara gencar dilakukan dibanyak Negara dunia, salah satunya yaitu di Indonesia. Sudah banyak program-program yang dilakukan pemerintah, masyarakat maupun pemerintahan swasta untuk melakukan penghijauan dijakarta. Maka banggalah kepada Negara kita, dari sekian banyak orang yang dikit demi sedikit merusak lingkungan / ekosistem, masih ada yang peduli terhadap dampak yang akan terjadi pada diri kita maupun generasi-generasi anak bangsa kedepannya.
AriEf



KARENA DIAM-DIAM
STYROFOAM AKAN MERUSAK
KEHIDUPAN ANDA…

Apakah tempat makanan dan minuman anda dari bahan Styrofoam? Apakah anda juga pengguna Styrofoam untuk kebutuhan lain?

STOP KEBIASAAN MENGGUNAKAN
*STYROFOAM*
MULAI DARI SEKARANG!!!


Bahaya STYROFOAM bagi kesehatan :

1. Menimbulkan masalah pada kelenjar Tyroid
2. Mengganggu system syaraf
3. Menyebabkan kelelahan
4. Mempercepat detak jantung
5. Sulit tidur
6. Badan gemetaran
7. Mudah gelisah
8. Hilang kesadaran
9. Merusak sumsum tulang belakang
10. Menimbulkan penyakit Anemia
11. System kekebalan tubuh berkurang atau mudah terinfeksi
12. Gangguan pad system Endokrinologi dan Reproduksi
13. Mempengaruhi siklus Menstruasi
14. Mengancam Kehamilan
15. Menyebabkan Kanker Payudara dan Prostat
16. Dan lain-lain…

Bahaya STYROFOAM Lingkungan Sekitar anda :
1. Tidak bisa diuraikan oleh alam
2. Merusak Ekosistem dan Biota Laut
3. Proses pembuatan menghasilkan limbah yang sangat berbahaya dan bau tak sedap yang mengganggu pernapasan ( Melepas kan 57 zat Berbahaya ke udara )

PERLAHAN NAMUN PASTI, PENGGUNAAN STYROFOAM AKAN BERAKIBAT FATAL DAN BURUK PADA KEHIDUPAN ANDA!!!
AriEf


Bahan dan Alat:
1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat



Cara Pembuatan:

Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.


Kegunaan:
Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.
AriEf



Tanaman Penghijauan
• Hutan dan taman kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH) bagian sarana kota yang sangat penting, diperlukan keberadaannya untuk menunjang suatu kota. RTH mampu memperbaiki keseimbangan ekosistem kota.
• Penghijauan dengan memberdayakan masyarakat, memanfaatkan pohon yang mempunyai fungsi ekologi dan ekonomi, sehingga hasilnya dapat dinikmati masyarakat. Selain itu, manfaat penghijauan adalah estetis, orologis, hidrologis, klimatologis, edafis, ekologis, protektif, higienis, dan edukatif. Oleh karenanya itu dipilih tanaman yang berfungsi sebagai tanaman peneduh (pelindung), tanaman produktif (tanaman hias, obat-obatan, buah-buahan), komponen habitat burung dan taman.



• Penghijauan memiliki beberapa tujuan, yaitu:

a. Mengubah cahaya matahari yang menerpa permukaan bumi menjadi senyawa organic dan bukan energy panas,
b. Mungubah karbondioksida dari udara dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis,
c. Meningkatkan keanekaragaman hayati yang akan menghasilkan peningkatan keseimbangan ekologis di lingkungan binaan kota,
d. Menyediakan cukup luas permukaan air tanah, sekurang-kurangnya akuifer dangkal,
e. Menjadi lingkungan kota memenuhi syarat estetik.


• Syarat pohon pelindung yang baik, berbatang besar dan tinggi, berpenampilan segar dan menarik, berfungsi sebagai penyerap polusi, berfungsi sebagai peneduh jalan, bebas hama dan penyakit, percabangannya kuat dan daunnya tidak mudah gugur, tidak mudah menimbulkan alergi, tidak merusak lingkungan, perawatannya mudah, tidak berpenampilan seperti perdu atau semak dan tidak berbahaya.


• Tanaman yang mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut:
a. Identitas kota, mempunyai nilai sebagai symbol/lambing/arti tertentu bagi suatu daerah seperti enau (Arenga Pinnata), kayu manis (Cinnamomun Burmanii),
b. Nilai estetika, tanaman menambah nilai keindahan, seperti asam jawa (Tamarindus Javanica), Cemara Angin (Casuarina sp.), Aga Pohon (Adenanthera Pavonina),
c. Pelestarian plasma nutfah, tanaman yang telah langka (Konservasi ex-situ) seperti nam-nam (Cynometra cauliflora),
d. Habitat kehidupan liar, tanaman sebagai tempat perlindungan dan penyedia nutrisi bagi jenis satwa liar seperti burung, mamalia kecil, dan serangga. Jenis yang disukai burung seperti cempaka (Michelia Champaca), Salam (Eugenia spec.) sawo kecik (Manilkara kauki), tanjung (Mimusopselengi),
e. Penahan & penyaringan partikel padat dan udara, daun/tajuk tanaman akan menjerap partikel debu, terutama daun berbulu dengan permukaan kasar. Partikel dapat menempel pada kulit pohon, ranting dan cabang,
f. Penyerap dan penjerap partikel timbale, seperti dammar (agatis alba), mahoni (Swietenia macrophylla).
AriEf


1. Stop pembunuhan dan peniksaan hewan dalam bentuk sekecil apapun.
2. Pilih makanan, minuman, produk untuk pemakaian 100% nabati, non hewani, non kimiawi non alcohol.
3. Konsumsi bahan makanan yang segat, bukan di awetkan.
4. Belilah produk dari hasil pertanian dan perkebunan setempat atau produk local.
5. Pakai uang botol kemasan, dan wadah penyimpanan lainnya.

6. belilah kemasan yang besar, atau isi ulang.
7. Jangan memakan fast food yang menggunakan piring, sendok makan sekali pakai.
8. Bawalah tas belanja sendiri yang bisa dipakai berulang-ulang. Tolak kantong plastic.
9. Bawalah botol minuman sendiri dari rumah anda.
10. Sajikan minuman kepada tamu dalam gelas, hindari sajian dengan minuman kemasan atau air mineral gelas.
11. Minta Ortu untuk belanja disekitar lingkungan atau pasar tradisional.
12. Minta bunda atau mbak memasak makanan untuk dibawa ke sekolahan.
13. Tanam Pohon disekitar lingkungan kita.
14. Lakukan kerja bakti lingkungan dengan tetangga.
15. Manfaatkan sampah non-organik seperti plastic kemasan dan botol minuman untuk dipakai sebagai bahan kerajinan.
16. Membuat lubang biopori dipekarangan rumah untuk sampah organic.
17. Matikan oven, pemanas, setrika beberapa menit sebelum waktunya.
18. Turunkan suhu AC, pergunakan timer pada waktu tidur.
19. Pakai listrik dan pemanas energi surya
20. Minta Ortu serahkan rancangan rumah pada arsitek atau konsultan yang ahli rumah hijau.
21. Matikan lampu dan peralatan elektronik dari sumbernya.
22. Jangan biarkan kran air, tempat penampungan air, tabung toilet mengalami kebocoran.
23. Pergunakan perlatan listrik yang hemat energi.
24. Hindari membuka pintu lemari es terlalu lama.
25. segera cabut listrik dari sumbernya apabila sudah selesai dipakai.
AriEf



Wah ternyata emisi CO2 yang dikeluarkan industri peternakan jauh lebih besar menyebabkan pemanasan global dari pada emisi CO2 dari seluruh transportasi didunia.

“Jumlah CO2 dari seekor sapi sama dengan jumlah Co2 yang dikeluarkan kendaraan yang berpergian sejauh 70.000 km”.

Kata Ibu Martin Dari Universitas Chicago

“Kalu kita tidak makan daging, ikan, unggas, susu, dan telur maka kita akan dapat mengurangi 50% pemanasan global yang timbul dari tiap tubuh orang.”


Jadi…Apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan pemanasan global?
1. Pangkas penyebab utamanya, yaitu : dengan menjadi vegetarian (hindarilah seluruh Produk hewan, termasuk daging, unggas, ikan telur, susu, tas kulit hewan dan sebagainya).
2. Pangkas penyebab sampingannya yaitu : Pemborosan energi, gunakan barang-barang yang tidak merusak lingkungan, lakukan penghijauan, gunakan energi ramah lingkungan, matikan perlatan bila tak digunakan dan sterusnya.
3. Berdoa Kepada TUHAN.




Ketua Panel Perubahan Iklim (IPCC), Pak Rajendra Kumar Pachauri memberikan penegasan untuk melawan pemanasan global, yang terutama adalah “JANGAN MAKAN DAGING” karena daging merupakan komoditas penghasil karbon yang sangat signifikan, yang kedua adalah “KENDARAI SEPEDA”, dan ketiga adalah “BERHEMATLAH”.
AriEf



Halo Semua…
Bumi kita sedang sakit neah…
Istilah kerennya kena Pemanasan Global ( Global Warming )

Bagaimana sih sebenarnya pemanasan global, apa pengaruhnya buat kita, kenapa orang didunia maju begitu risau dengannya, ada solusinya nggak ya…

Katak adalah hewan berdarah dingin, bila katak berada di air yang sedang dipanaskan maka katak tak cepat bergeming. Begitu mendidih, barulah dia berusaha meloncat, tapi sudah terlanjur matang. Manusia jauh lebih pintar dari katak.

Bumi makin panas, apakah kita masih akan terus diam menunggu sampai semua hancur? Ayo segera bertindak!


Masak Gak Terasa Sih?
Berikut ini adalah beberapa akibat Pemanasan Global :
1. Hujan badai dan hujan es
2. Tsunami
3. Gempa Bumi
4. Mengganasnya Lumpur Lapindo
5. Keluarnya Bloa-bola api di lautan
6. Gagal Panen
7. Epidemi 30 jenis penyakit baru (missal Flu burung, sapi gila dan seterusnya).
8. Abrasi Pantai
9. Kesulitan air bersih
10. Makin mewabahnya penyakit yang disebarkan serangga (missal : Demam berdarah, malaria, cikungunya )
11. Banjir dan kekeringan
12. Perubahan iklim yang begitu drastic
13. Mencairnya es di kutub
14. Permukaan air laut meninggi
15. Jatuhnya Perekonomian

Trus, trus…
Toh kita juga masih sehat-sehat juga kan? Kata pak Stephen Hawking, ahli Fisika kelas dunia :
“Hati-hati… ancaman perang nuklir sudah lenyap, tapi bakal ada yang jauh-jauh lebih parah, kalau perang dunia hanya membunuh ratusan ribu orang tapi pemanasan global bisa membunuh jutaan orang”.

Pak Gregray R dari Universitas terkenal di AS, Northwestern, lebih serem lagi ngomongnya :
“Pemanasan Global bisa menyebabkan ledakan gas metana yang besarnya 10.000 kali lipat dari pada ledakan yang ditimbulkan oleh seluruh nuklir didunia, juga dapat menyebabkan lautan api dan banjir yang maha besar sehingga menyebabkan kepunahan 90% spesies laut dan 75% spesies darat”.

Masa Iya Sih???

Kata Pak Zwally dari NASA, es kutub akan lenyap pada akhir musim panas 2012. konon es di kutub berfungsi memantul 80% panas matahari yang sampai di bumi. Kalau es menyusut, maka air laut makin hangat, bumi makin panas. Trus… gas metan terlepas dari lautan. Gas itu ternyata sangat banyak dan cukup untuk membunuh semua spesies di dunia.

“Hii… Ngeri banget kan? Sekarang saja sudah begitu banyak bencana dan masalah terjadi, sungguh tak terbayangkan bila kelak semua es di kutub menghilang?”