Memuat halaman...

Hello World. This blog is only for entertainment and my hobby only. enjoy it!



CREATED BY : Arif Jayarana

Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Ekosistem Hutan dan Agro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekosistem Hutan dan Agro. Tampilkan semua postingan
AriEf


Tanaman di kebunn atau talun mirip dengan tanaman di pakarangan, tetapi jenisnya lebih banyak. Pada talun atau kebun dapat ditanam tanaman pangan, buah-buahan, bambu, aren, pinang, tanaman untuk papan (bangunan), seperti bambu, sengon dan petai.
Letak talun biasanya agak jauh dari perumahan, tidak menyatu dengan rumah tinggal. Talun atau kebun ini sudah lama ada di masyarakat pedesaan Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
AriEf


Nah, sekarang teman-teman akan mengunjungi ekosistem agro yang ada di Indonesia. Ekosistem agro terdekat yang akan teman-teman kunjungi adalah PEKARANGAN.
Pernahkan teman-teman menanam tanaman di pekarangan rumah? Kalau pernah, artinya teman-teman telah bertani. Jika belum, mulailah mencoba!

Jenis tumbuhan yang di tanam di pekarangan beraneka ragam. Ada pohon buah, tanaman pangan, sayur-sayuran atau tanaman obat. Berbagai jenis binatang juga hidup di pekarangan ini. Cara bertani seperti ini disebut sebagai Tumpang sari.
Lihatlah pekarangan rumah atau sekolah teman-teman. Perhatikanlah pula hewan-hewannya! Adakah kupu-kupu, tikus, ulat, cacing atau yang lainnya?
AriEf


Masyarakat indonesia telah beratus-ratus tahun mengenal pertanian. Mereka selalu menjaga agar kegiatan bertani tidak merusak alam. Kita lihat yuk, Cara Bertani beberapa masyarakat indonesia.
1. Masyarakat Dayak, di Kalimantan bertanam padi di huma dengan membuka sebagian kecil lahan hutn. Setelah beberapa kali menggunakan lahan itu, mereka pindah dan membiarkan bekas huma itu menjadi hutan kembali. Beberapa puluh tahun kemudian mereka akan menggunakan lahan yang telah menjadi hutan itu sebagai huma lagi. Dengan cara bertani “gilir balik” ini, mereka dapat bertani sekaligus menjaga kelestarian hutan.
2. Masyarakat Haruku di Maluku membuka tambak pada musim tertentu agar ikan dari laut menetap didalam tambak. Setelah ikan menjadi dewasa, tambak itu barulah di panen.
3. Manyarakat Kesepuhan di Jawa Barat memiliki kebun yang disebut dengan talun. Talun ditanami berbagai jenis tumbuhan seperti aren, pinang, bambu, durian, rambutan, pisang, tumbuhan obat dan rempah (misalnya, jahe, kencur dan cengkeh). Hasil talun digunakan untuk kebutuhan mereka.
4. Para Petani di Pulau Jawa, lebih banyak menanam padi di sawah dengan sistem irigasi. Dengan sistem ini mereka dapat menanam padi sepanjang tahun tanpa mengandalkan musim hujan. Untuk membajak sawah ada yang masih menggunakan kerbau, namun ada pula yang telah menggunakan traktor.
5. Di Sumatera dan Sulawesi banyak sekali perkebunan yang di tanami satu jenis tanaman, misalnya perkebunan kelapa sawit, karet, cokelat, kopi dan lada.
AriEf


1. Pada zaman prasejarah, manusia hidup mengembara dari satu tempat ketempat lainnya. Mereka menggunakan gua sebagai tempat berlindung. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka mengumpulkan buah-buahan, dedaunan, biji-bijian dan berburu hewan.
2. Lama kelamaan mereka mulai menanam biji-bijian, memilih bibit buah yang disukai dan memelihara hewan ternak. Cara hidup mereka pun berubah dari mengembara menjadi menetap dan bertani.
3. Tentu saja, mereka harus mengubah alam sekitarnya menjadi tempat yang untuk bercocok tanam dan berternak.
AriEf


Nah, setelah kita bertualang ke berbagai ekosistem hutan di indonesia, maka sekarang giliran untuk masuk dalam petualangan kepekarangan, kebun, sawah, ladang, peternakan dan tambak. Ekosistem ini lebih dikenal dengan EKOSISTEM AGRO.

Ekosistem Agro adalah ekositem pertanian yang banyak di pengaruhi oleh manusia untuk menghasilkan bahan makanan, pakaian, obat-obatan dan lain-lain. Seperti ekosistem lainnya, di ekosistem agro juga hidup berbagai makhluk hidup yang saling mempengaruhi. Misalnya, serangga yang membantu dalam penyerbukan, cacing dan bakteri pengurai yang menyuburkan tanah, dan hewan-hewan sahabat petani yang memangsa musuh tanaman.
AriEf


1. Hutan Indonesia memiliki ahli acrobat, yaitu kelompok kera dan monyet, terutama owa dan siamang.
2. Teman-teman tentu masih ingat bahwa setiap lapisan hutan mempunyai penghuni (hewan) sendiri. Nah, lapisan E dihuni mamalia kecil, misalnya tikus dan lapisan B dihuni oleh berbagai monyet dank era.
3. Monyet adalah primate yang mempunyai ekor, sedangkan kera adalah primate yang tidak mempunyai ekor.
4. Indonesia mempunyai “Ular Terbang”. Sebenarnya mereka tidak dapat terbang akan tetapi “menjatuhkan diri”. Ular ini dikenal dengan nama ular pohon terbang. Kira-kira di lapisan manakah ular pohon terbang ini tinggal?
Jawabannya adalah…
“Ular terbang hidup dilapisan C”
5. Ada pohon yang tingginya mencapai 80 m misalnya pohon kompasia. Termasuk lapisan manakah pohon tinggi ini?
Jawabannya adalah…
“Kompasia hidup dilapisan A”
AriEf


Indonesia termasuk Negara yang paling banyak memiliki jenis burung rangkong. Dari 54 jenis Rangkong yang ada didunia, lebih dari 14 jenis burung Rangkong terdapat di Indonesia, antara lain di sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua.

Burung Rangkong sering juga disebut dengan enggang atau julang oleh masyarakat. Kini jumlahnya semakin sedikit karena diburu oleh manusia dan diperjual belikan sebagai binatang peliharaan.
AriEf


Teman-teman dapat ikut melestarikan hutan, seperti :
1. Jangan dating ke restoran yang menyajikan menu masakan buruan liar, misalnya kolong, monyet dan kuskus.
2. Jangan membeli barang yang dibuat dari hewan yang hamper punah, seperti tas kulit harimau.
3. Jika teman-teman berkemah di hutan, bara api harus dimatikan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan.
4. Biarkan hewan yang hamper punah, seperti Orang utan, dan Rangkong, hidup bebas di habitatnya.
5. Hemat menggunakan barang yang dibuat dari hasil hutan seperti kertas dan pensil.
AriEf


Kebakaran hutan sering terjadi karena disengaja, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja di hutan yang telah terbakar, hewan-hewan tidak dapat hidup.
AriEf


Banyak jenis hewan diburu untuk dijual. Hewan-hewan itu dijual dengan harga tinggi dalam keadaan hidup maupun mati. Beberapa jenis hewan diburu untuk diambil bagian tubuhnya, misalnya cila, gading, tanduk atau kulitnya. Hewan yang masih hidup dijual sebagai hewan peliharaan, sedangkan hewan yang sudah mati dijadikan hiasan.

Akibatnya, banyak hewan yang hamper punah, misalnya badak cula satu, harimau sumatera, macan tutul, orangutan, jalak bali, kakatua, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hewan-hewan itu sebenarnya lebih senang hidup bebas di alamnya, dari pada dipelihara manusia.
AriEf


Pepohonan di hutan dapat dijual mahal dan sangat menguntungkan bagi manusia. Karena itu banyak orang dan perusahaan menebang pohon secara berlebihan, sehingga jumlahnya di dalam hutan akan lama-kelamaan menjasi semakin sedikit.

Selain itu, banyak hutan yang bergantian menjadi lahan pertanian, perkebunan dan perumahan. Hilangnya pohon-pohon di dalam hutan membuat kehidupan di dalam hutan akan terganggu dengan hal ini. Hewan-hewan banyak yang berpencar bahkan mati karena makanan dan tempat tinggalnya sudah tidak ada lagi. Maka dari itu kenapa hewan-hewan yang sering terlihat di hutan tersebut sekarang menghilang entah kemana (Punah).
AriEf


Masyarakat Pegunungan Arfak di Monokwari, papua sangat bijaksanan dalam memanfaatkan dan melestarikan hutan. Mereka memiliki aturan adat sendiri yaitu “Igya Ser Hanjop” yaitu sebagai salah satu pengaturan dalam pembagian dan pengolahan hutan seperti ini :
1. Bahamti, yaitu wilayah hutan yang letaknya lebih tinggi dari perkampungan penduduk. Mereka dilarang mendirikan rumah dan membuka kebun diwilayah ini. Di wilayah ini, mereka hanya boleh mengambil kayu, kulit kayu dan mencari tali secukupnya.
2. Susti, adalah wilayah dimana masyarakat Arfak membuka kebun untuk bercocok tanam.
3. Nimahamti, merupakan wilayah hutan yang sangat lembab dan banyak lumutnya. Di kawasan ini, mereka boleh memanfaatkan hasil hutan lebih banyak.

Sayangnya, banyak hutan di Indonesia yang telah rusak, bahkan hilang! Kerusakan hutan itu disebabkan oleh berbagai ulah manusia yang tidak peduli dengan kelestarian hutan kita. Jika sudah besar nanti, jangan lah teman-teman ikut merusak hutan, ya!
AriEf


Banyak masyarakat Indonesia yang hidup di sekitar atau di dalam hutan. Mereka memanfaatkan hasil hutan dengan bijaksana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, walaupun sudah ratusan tahun memanfaatkan hasil hutan, hutan mereka tetap lestari.

Mereka hanya menggunakan hutan sesuai kebutuhan saja. Mereka pun tidak sembarangan memilih hutan yang ingin dijadikan tempat bercocok tanam. Pada saat mempersiapkan lahan, bertani maupun saat memanen mereka selalu mengawali dengan berbagai upacara adat. Selain itu, agar hutan tetap lestari mereka pun menetapkan beberapa kawasan hutan sebagai hutan larangan yang tidak boleh diganggu.

Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, mereka berburu hewan di hutan. Menurut aturan adat mereka, tidak semua hewan boleh diburu. Perburuan hanya boleh dilakukan di kawasan hutan tertentu. Peralatan berburu yang digunakan sangat sederhana seperti sumpit, panah, dan tombak.

Mereka juga memanfaatkan buah, akar pohon, rotan, tumbuhan hutan, madu dan sebagainya. Bahan-bahan itu digunakan untuk membangun rumah, membuat perkakas, membuat perhiasan dan berbagai kebutuhan mereka yang diperoleh dari hutan pula.

Bagi mereka, hutan bukan hanya tempat mencari makanan, tetapi juga merupakan kehidupan mereka. Hutan digunakan untuk berbagai kegiatan, misalnya upacara keagamaan, tempat berlindung, bermain music dan sebagainya.
AriEf


1. Melindungi tanah dari erosi.
2. Menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida.
3. Tempat hidup manusia dan berbagai jenis hewan dan tumbuhan.
4. Menghasilkan kayu, buah-buahan, getah, akar, tumbuhan obat, rotan, madu, biji-bijian, jamur dan masih banyak lagi.
5. Tempat rekreasi alam dan sumber ilmu pengetahuan manusia.
6. Mengatur air dan menghambat banjir.
7. Dan lain-lain.
AriEf



Ternyata tidak hanya gajah yang memiliki belalai, tapir pun memiliki belalai yang kuat walaupun tidak begitu panjang. Kakinya pendek tegak. Waktu bayi kulitnya berwarna coklat bergaris totol-totol potih. Namun sewaktu dewasa kulitnya menjadi dan putih. Tapir hidup di hutan hujan Sumatera.
AriEf

Keduanya penyamar yang ulung. Gerakannya tak menimbulkan suara. Macan tutul dan harimau sumatera biasa di temukan di hutan, terutama di sepanjang sungai. Hewan ini banyak di buru oleh manusia, dikarnakan karena untuk diambil kulitnya yang corak bulunya yang sangat indah untuk sebagai cideramata, jaket, syal, dan lain-lain.
AriEf
Tahukah teman-teman bahwa gajah tidur sambil berdiri? Pada waktu tidur hewan besar ini akan menggerak-gerakkan badannya ke kiri dank e kanan agar bobotnya tidak bertumpu pada sebelah kaki. Tinggi tubuh gajah Sumatera bisa mencapai 3 meter dan beratnya 5 ton!
AriEf

Sepintas, hewan ini mirip dengan rusa atau kancil. Hanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan rusa biasa, namun lebih besar dari kancil. Mereka hidup di kawasan yang masih tertutup hutan di Jawa, Bali, Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat. Sayangnya kini keberadaan muncak kian berkurang. Selain habitatnya makin hilang, hewan ini pun kerap di buru manusia untuk dinikmati dagingnya.
AriEf
Beruang madu terdapat di hutan Sumatera dan Kalimantan. Mengapa mereka dinamakan beruang madu? Ternyata ia suka sekali menghisap madu dari sarang lebah yang ada di pohon-pohon tinggi, beruang madu sanggup memanjat karena memilki kuku yang runcing. Mereka juga menyukai pucuk-pucuk daun yang manis maupun serangga kecil.
AriEf

Badak cula satu ini merupakan termasuk hewan purba yang masih hidup hingga sekarang, namun akan jumlahnya hewan ini hanya tinggal sedikit. Saat ini jumlah kami tinggal 50-60 ekor. Ada 2 jenis badak di Indonesia, yaitu badak Cula Dua yang hidup di hutan Sumatera dan Badak Cula Satu (badak Jawa) yang hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon – Banten.